Gion Jepang, Kota Penuh Hiburan dan Geisha di Kyoto

Gion Jepang, Distrik Penuh Hiburan dan Geisha di Kyoto

By
Gion Jepang, Kota Penuh Hiburan dan Geisha di Kyoto
Gion Kyoto

Gion Jepang, Distrik Penuh Hiburan dan Geisha di Kyoto

Gion adalah salah satu distrik Kyoto, Jepang yang terkenal sebagai tempatnya para Geisha (penari Jepang). Dulunya tempat ini dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan para pengunjung dan wisatawan ke kuil. Karena Gion ini berlokasi di Yasaka Shrine, salah satu kuil terpopuler di Kyoto. Dan kini Gion berkembang menjadi distrik Geisha yang terkenal di Jepang.

jadwal promo paket wisata tour ke jepang terbaru

Tak hanya dipenuhi oleh para Geisha, Gion kini juga menjadi distrik hiburan terbaik di kyoto. Banyak hiburan di area Goin ini. Kita bisa berfoto di jalan-jalannya atau menyantap makanan tradisional khas Kyoto. Untuk ukuran distrik, area Gion sangatlah luas. Yang terbentang dari ujung timur tepat dari Kuil Yasaka sampai 500 meter ke barat hingga di sungai Kamogawa. Sedangkan dari arah selatan terdapat Kuil Kenninji dan membentang 500 meter ke arah utara hingga jalan Shinbashidori. Gion ini juga banyak didatangi wisatawan lokal maupun asing, karena terdapat banyaknya bangunan tua Jepang di wilayah ini. Sehingga, Gion ini sangat menggambarkan Jepang.

gion district Kyoto
Distrik Gion

Mengenal Geisha di Gion Kyoto

Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing mendengar kata Geisha, tapi mungkin juga bagi sebagian lainnya ada yang belum mengenal ataupun belum tahu. Jadi, sebenarnya apa Geisha itu? Geisha adalah profesi unik yang sudah berjalan beratus-ratus tahun di Jepang. Geisha diartikan “orang seni” dalam bahasa Jepang atau orang yang terampil dalam kesenian tradisional Jepang seperti tari, musik, menyanyi, upacara minum teh, dan ikebana ( merangkai bunga ), para Geisha juga pintar berdandan. Dalam perkembangnnya, Geisha memiliki makna seperti wanita penghibur. Mereka adalah para wanita yang mengabdikan diri untuk melestarikan kebudayaan tradisional Jepang. Kini keberadaan Geisha semakin menyusut, walaupun sekarang ini untuk melihat Geisha tak harus ke Kyoto, tetapi Geisha memang lebih mudah ditemukan di Kyoto dibanding kota lainnya. Dan yang distrik yang paling populer dengan Geisha adalah Gion.

Geisha di Gion
Geisha di Gion

Di Kyoto, para Geisha lebih senang jika disebut dengan nama “Geiko“. Karena bila diartikan Geisha adalah seniwati, sedangkan Geiko berarti seniman kecil. Sebelum menjadi Geiko, ada pelatihan khusus selama lima tahun, dan mereka yang sedang belajar atau magang disebut dengan “Maiko“. Untuk pakaian dan dandanan para Maiko lebih meriah dibanding para Geiko.

Biasanya para Geisha berada di Shirakawa yang membentang sepanjang antara Shirakawa Canal ke Shijo Avenue. Mulai pukul 18.00 waktu setempat, diantara jalanan yang diterangi lentera merah dari bangunan-bangunan kayu tradisional, para Geisha akan mendatangi “ryotei” (restoran tradisional Jepang) atau “ochaya” (rumah minum teh). Di Ochaya inilah para Geisha dan Maiko akan menghibur para tamu. Biasanya para wisatawan sudah menyiapakan kamera untuk mengambil gambar para Geisha. Geisha-Geisha ini pun tak akan marah atau menutup mata asalkan mereka di beri jalan dan tidak diganggu. Muka mereka tanpa ekspresi dengan bedak putih tebal yang menutup mukanya dan sama sekali tidak berkerut. Tanpa senyum dan tanpa lirikan mata ditambah baju kimono menambah anggun jalan mereka yang bergegas dengan langkah cepat karena jadwal mereka yang memang padat.

Gion Geisha
Para Geisha sedang Difoto

Tetapi, di Ochaya atau Ryotei tidak sembarang orang yang bisa menikmati hiburan eksklusif dari Geisha. Dulu, hanya orang penting dan berpengaruh saja atau yang mengenal dan mendapat rekomendasi khusus dari tuan rumah Ochaya yang bisa mengahbiskan waktu bersama Geisha. Berbeda dengan sekarang, karena suadah ada beberapa biro yang mengatur acara makan malam khusus bersama Geisha. Tetapi, untuk mendapatkan kesempatan itu pun kita harus rela mengeluarkan uang belasan juta rupiah. Jika tak punya modal sebanyak itu, sebaiknya berburu foto saja. Pada musim semi atau musim gugur ada acara tarian khusus para Geisha.

Geisha identik dengan ”Zashiki-asobi” yaitu sebuah permainan dengan 2-3 orang tamu ditemani paling sedikit 5 orang Geisha yang bermain di atas tatami seluas 4 tatami. Juga ada permainan ”Omawarisan” yang bisa dinikmati oleh orang dewasa di dalam ruang rahasia . Permainannya yaitu dengan cara suit jepang yang menang akan memukul gendang dan yang kalah akan berputar.

Beberapa Hiburan di Gion Kyoto

Gion identik dengan rumah tua bergaya Jepang yang disebut dengan “machiya”, jika diterjemahkan berarti “townhouse”. Salah satunya adalah Ochaya atau rumah teh, yang merupakan rumah tradisonal dimana para pengunjung dihibur oleh Geisha. Yang merupakan hiburan tradisonal karena sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Ada hiburan malam yang bisa mencakup koktail, percakapan, dan permainan serta musik tradisional Jepang, nyanyian juga tarian yang dilakukan oleh para Geisha. Selain Ochaya ada Ryotei yaitu restoran tradisional Jepang, yang juga terdapat Geisha atau Maiko di Sini.

Ada spot menarik lainnya di Hanamikoji atau “jalan melihat bunga” yang membentang dari Shijo Aveneu ke Kuil Kenninji yangberada di sisi selatan Gion. Karena memang berkembang menjadi distrik hiburan maka ada banyak tempat hiburan, seperti panggung teater Kabuki Minamiza dan tempat pertunjukan tari tradisional Jepang, Gion Kobu Kaburenjo.

Hanamikoji street in Gion
Hanamikoji street

Untuk tempat hiburan modern ada restoran dari semua tipe, bar, pachinko, taruhan off-track, klub, dan beberapa tempat yang berorientasi turis, terutama di sepanjang Shijo Street. Kawasan ini merupakan pusat wisata utama, dan tempat hiburan malam yang populer bagi penduduk setempat.

Menikmati Romantisme Gion di Malam Hari

Gion kental dengan pemandangan zaman dulu. Khas bangunan tua dengan pintu koshido (pintu kayu seperti pagar). Yang jika memasuki wilayah ini serasa berada di masa lampau. Pada malam hari Gion menyajikan suasana indah yang berbeda dibanding siang hari. Dengan lentera taman yang menyinari jalanan memberikan kesan yang romantis bagi tempat ini. Terlihat Jalan Hanamikojidori yang terbelah oleh jalan Shidori menjadi bagian utara dan selatan berbeda dari siang hari. Bagian utara dan selatan pun juga berbeda. dibagian selatan terdapat bagunan restoran yang bersejarah sedangkan bagian utara terdapat banyak izakaya (bar tradisonal Jepang).

Gion at night
Gion di Malam Hari

Selanjutnya di Shinbashidori yang suasananya lebih tenang dibandingkan di Hanamikojidori. Di sini kita akan menemukan kuil kecil bernama Kuil Tatsumi, yang merupakan kuil yang dibangun untuk Dewa Inari, Gion yang dekat dengan seniman seperti Geisha atau Maiko. Saat ini Kuil Tatsumi juga dipercaya sebagai kuil yang menjaga arah utara dan selatan. Jika terus menyusuri jalan hingga keluar dari jalan utama dan memasuki gang sempit, kita akan menemukan restoran teppanyaki dan sukiyaki. Di sini terdapat banyak restoran yang memenuhi berbagai macam kebutuhan dari restoran dari harga murah hingga harga yang mahal. Jika berkunjung pada saat musim panas, bersantailah sambil mendengarkan riak-riak sungai juga menyenangkan. Pemandangan sungai dengan pantulan cahaya merupakan pemandangan yang paling indah.

Selain itu, ada Bunga Sakura Shidare yang tumbuh di Taman Maruyama yang terkenal dengan ”Sakura di Gion Malam”. Pemandangan pohon sakura dipadu dengan light up di malam hari sangat mempesona ditambah dengan bunga sakura yang berguguran memberikan efek tersendiri. Suasana ramai musim semi di malam hari akan diperlihatkan.

Sakura light up di Shirakawa
Sakura light up di Shirakawa

Acara Tahunan di Gion

Geiko dan Maiko akan melakukan tarian umum tahunan di Gion dan di kelima distrik Geisha lainnya di Kyoto. Pameran Kyoto tertua itu di tahun 1872. Selain acara itu ada yang lebih populer lagi, yaitu Miyaki Odori yang secara harafiah berarti “Tarian Ibukota Tua” dan kadang-kadang juga disebut “Cherry Blossom Dance”. Tarian ini berlangsung dari 1 April hingga 30 Aprilsetiao tahun selama puncak musim sakura yang dipentaskan oleh Geisha Gion Kobu. Pengunjung lokal maupun non lokal berdatangan untuk menghadiri acara tersebut, yang berkisar dari kursi “murah” di atas tikar tatami di lanta, untuk pemesanan kursi dengan upacara minum teh sebelem acaranya. Selain itu, Gion Higashi juga mengadakan tarian yang serupa di awal November pada saat musim gugur, yang dikenal dengan Gion Odori. Tetapi penampilannya lebih sedikit dibanding saat musim semi. Dan ada acara tahunan atau festival terbesar di Kyoto yang diselenggarakan pada musim panas yaitu Gion Matsuri.

Miyako Odori cherry dance in Kyoto
Miyako Odori cherry dance di Kyoto

Menelisik Lebih Dalam Tentang Festival Gion Matsuri

Gion Matsuri adalah salah satu festival tahunan terbesar yang ada di Kyoto selain Jidai Matsuri dan Aoi Matsuri. Festival ini diadakan pada bulan Juli dari tanggal 1 yang ditandai dengan ritual kippu iri hingga tanggal 30 yang diakhiri dengan ritual Nagoshinoharae. Gion Matsuri disebut juga Festival Gion. Puncak perayaan Gion Matsuri berupa Yoiyoiyama (malam sebelum Yoiyama, 15 Juli), Yoiyama (malam sebelum prosesi, 16 Juli), dan Yamaboko-junko (prosesi Yamaboko, 17 Juli).

>> Paket Tour Jepang Paling Populer <<

Gion Matsuri Festival
Gion Matsuri Festival

Yamaboko yaitu untuk istilah Yama dan Hoko. Yama (kendaraan beroda besar ditarik oleh banyak orang terbuat dari kayu dengan hiasan yang megah). Hiasan kendaraan Yama berupa benda-benda keagamaan dan seni seperti karpet dari Tiongkok dan Eropa yang didatangkan melalui Jalur Sutra. Motif dari luar negeri banyak dipamerkan pada acara Gion Matsuri,karena perdagangan dengan Dinasti Ming mencapai puncaknya pada zaman Muromachi. Biasanya setiap Yama memiliki tema yang menceritakan dongeng dari Tiongkok.

Sedangkan Hoko adalah jenis Yama yang terdapat hoko (katana dengan mata dua sisi) di ujung paling atas dengan menara menjulang tinggi. walaupun sebenarnya ada Hoko yang tidak bermenara. Hoko ini juga dijadikan sebagai panggung untuk kelompok orang yang berpakaian Yukata. Yang terdiri dari peserta yang berkesempatan naik karena memenangkan undian hasil membeli Gofu (semacam jimat) atau Chimaki dan pemain musik Gionbayashi. Musik Gionbayashi yang berbunyi “Kon-chi-ki-chin” menurut telinga orang Jepang, baru menjadi tradisi pada Gion Matsuri di zaman Edo.

Hoko Gion Matsuri
Hoko Gion Matsuri

Pada malam hari menjelang parade (yoiyama), pusat kota Kyoto dipenuhi oleh pejalan kaki dan jalanan dipenuhi dengan stand makanan, minuman, dan permainan-permainan festival.

Klimaks dari Gion Matsuri adalah prosesi Yamaboko yang berlangsung tanggal 17 Juli. Prosesi arak-arakan (Hoko dan Yama) berlangsung pada pukul 9.00 dan 11.30, di mana sekelompok orang akan bersama-sama memanggul arak-arakan dengan permadani indah dari Nishijin. Berat arak-arakan Yama mencapai 1.600kg, sedangkan arak-arakan Hoko mencapai 12.000kg. Prosesi ini dimulai dari Shijo-Karasuma atau Karasuma-Oike. Kini, Yama dan Hoko yang ikut serta dalam prosesi berjumlah 32 buah yang dipercaya dapat mengumpulkan segala penyakit menular. Setelah puncak perayaan selesai, Yama dan Hoko pulang ke lokasinya masing-masing untuk dibongkar dan disimpan di gudang. Konon, Yama dan Hoko harus segera dibongkar agar penyakit menular tidak berjangkit Kembali di permukiman penduduk. Gion Matsuri diselenggarakan secara bersama oleh kuil Ayatokunaka dan kuil Yasaka dan juga diselenggarakan diberbagai kuil agama Shinto (jinja) yang menyandang sebutan kuil Gion (gion-sha). Walaupun nama festival ini diambil dari nama Gion, tetapi acara utamanya diadakan di seberang Sungai Kamo.

Festival Gion Matsuri
Festival Gion Matsuri

Menyusuri Wilayah Gion

Jika kita dari mengunjungi Gion dari arah timur kita akan menemukan Yasaka Shrine. Yasaka Shrine adalah sebuah kuil yang ada di Kyoto yang merupakan kuil paling favorit dikunjungi para wisatawan.  Tempat suci ini terletak di antara Distrik Gion yang populer dan Distrik Higashiyama, terletak di tengah-tengah Gion.

Yasaka Shrine
Yasaka Shrine

Selanjutnya kita menuju ke Shirakawa Area, biasanya tempat ini paling banyak ditemukan Geisha. Shirakawa ini tempatnya sangat sejuk, nyaman, dan tertata rapi, sepi, dan tentunya masih menjaga budaya tradisional Jepang. Pengunjung bisa berteduh di bawah pohon rindang di samping sungai shirakawa sambil menikmati gemericik air sungai dan juga menikmati ketenangan. Shirakawa ini dipenuhi dengan pohon-pohon Willov.

Sungai shirakawa dekat gion
Sungai shirakawa dekat gion

Menuju ke Hanamikoji Street atau jalan melihat bunga tempat paling populer di Gion. Disini terdapat berbagai cinderamata khas Kyoto dan berbagai macam restaurant. Tempat ini tak setenang di Shirakawa. Di ujung jalan ini terdapat venue yang bernama Gion Corner. Di sini tempat dimana pertunjukan tradisonal Jepang diadakan dari musik, tarian, ikebana, bunraku, upacara minum teh, dan lainlain.

gion corner
Gion Corner

Ada jalan utama di Gion bernama Shinjo Aveneu, yang terbentang antara Sungai Kamo dengan Yasaka Shrine. Di sepanjang jalan ini terdapat bermavam toko yang menjual produk lokal, dari cemilan hingga kerajinan tangan.

Gion shinjo
Gion shinjo

Di Gion juga ada Kuil Kenninji di ujung jalan Hanamikoji. Kuil Kenninji adalah salah satu kuil zen tertua dan terpenting di Kyoto. Bangunannya menjulang tinggi dan menjadi induk dari 70 kuil lain di Jepang. Biasanya para wisatawan datang untuk melihat karya seni di taman Zen yang indah. Aula utama kuil ini bernama Hattou yang memiliki atap terpendam klasik dan patung para biksu dan dewa Jepang yang legendaris. Ada lukisan di pintu yang menggambarkan dewa angin dan petir. Naga Kembar yang menandai ulang tahun ke-900 kuil di tahun 2002.

Kuil Kenninji di Gion
Kuil Kenninji

Lihat Taman Lingkaran Segitiga dan Persegi di dekat kompleks kediaman para biksu, taman ini melambangkan semua materi di alam semesta. Jangan lupa untuk singgah di rumah teh yang dibangun tahun 1587. Selain itu, resapi kedamaian di Taman Chouontei dengan menikmati atmosfernya yang tenang dan arealnya yang berlumut. Heningkan cipta di antara pepohonan maple di San-zon-seki, serangkaian batu spiritual yang melambangkan berbagai tema penting dalam Buddha Zen.

Kegiatan Asyik di Gion Kyoto

  • Mengikuti Festival Gion Matsuri

Setiap tahunnya di musim panas tepatnya di bulan Juli akan diadakan Festival Gion Matsuri yang sangat terkenal, meriah, dan sangat ramai. Kita dapat mengikuti festival ini secara gratis saat berkunjung ke Kyoto. Jangan lupa mengenakan Yukata untuk mengikuti acara ini.

Gion Matsuri
Gion Matsuri
  • Menyewa dan Berfoto dengan Geisha

Gion identik dengan para Geisha. Kita bisa berfoto atau mengambil foto para Geisha ini sekitar pukul 18.00 waktu setempat tentunya dengan minta izin terlebih dahulu. Karena di Jepang ini termasuk tata krama. Anda juga bisa menyewa Geisha untuk menemani makan malam, tentunya dengan membayar hingga belasan juta.

  • Mencoba Kuliner Khas Kyoto

Untuk menyantap makanan khas Kyotoanda bisa menuju ke jalan Shijo atau ke Hanamikoji. Restoran disini terkenal enak dan mahal karena mutunya yang sangat bagus. Restoran yang menyajikan gaya Kyoto ryori kaiseki (menu restafel Jepang) dan jenis-jenis makanan lokal dan internasional ini memang dibandrol dengan harga yang mahal. Dan setiap harga sudah tercantum di etalase. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Kuliner di Gion Shinjo
Kuliner di Gion Shinjo
  • Melihat Pertunjukan Budaya di Gion Corner

Gion Corner terletak di ujung jalan Hanamikoji. Di Gion Corner ini kita dapat melihat upacara minum teh ala Jepang, alat musik Kyoto, ikebana (seni merangkai bunga), bunraku (pertunjukan boneka Kyoto), tarian tradisional khas Kyoto, Gagauku Court Music, atau permainan komedi Kyogen. Tersedia 10 bahasa di website Gion Corner dan menjadi tempat seni dan hiburan paling terkenal di Kyoto.

Pertunjukan di Gion Corner
Pertunjukan di Gion Corner
  • Berburu Oleh-oleh di Jalan Shinjo

Di jalan Shinjo terdapat sederetan toko yang menjual kerajinan tangan khas Tokyo dan kue-kue tradisional Jepang yang bisa dijadikan oleh-oleh dan dibawa ke pulang ke Indonesia.

  • Pergi ke Ryozen Kannon di Gion

Di distrik Gion ini, kita dapat pergi untuk mengunjungi patung Budha terkenal yang tingginya mencapai 24 meter, yaitu Ryozen Kannon. Yang dibangun untuk mengingat para serdadu dan prajurit yang meninggal dalam Perang Dunia II.

Ryozen Kannon di Gion
Ryozen Kannon di Gion

Cara ke Gion

  • Dari Kyoto Station kita bisa naik bus nomor 206 atau 100 kemudian turun di halte Gion dengan ongkos 230 Yen.
  • Dari Kobe Sannomiya atau Umeda Osaka naik kereta Hankyu Kobe Line kemudian turun di Stasiun Kawaramachi (melalui Stasiun Juso di Osaka) dengan ongkos 620 Yen dari Sannomiya atau dengan ongkos 400 Yen dari Umeda.

Panorama Gion

Video Gion

Leave a Comment

You may also like

Hot News

Hubungi Kami via WhatsApp