Beranda » Wisata Jepang » Tokyo Tower Sky Tree, Primadona Pencakar Langit di Tokyo Jepang

Tokyo Sky Tree

Hal mengagumkan dari kehebatan Jepang yang berani mendirikan konstruksi pencakar langit di atas tanah yang rawan gempa bumi ialah menara yang sangat menarik yang bernama Tokyo Sky Tree. Tokyo Sky Tree tower adalah menara sangat tinggi kedua yang terletak di Sumida daerah Tokyo.

Tokyo Sky Tree memiliki ketinggian hingga 634 meter. Menara ini 34 meter lebih tinggi dari Menara Canton di Guangzhou China (yang sebelumnya adalah menara tertinggi di dunia), dan hampir lima kali lebih tinggi dari Monas  yang berada di Jakarta (132 meter). Meski bangunan tertinggi di dunia masih tetap dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai (829 meter), Tokyo Sky Tree ditetapkan menjadi sebuah fenomena yang mampu menunjukkan keunggulan konstruksi Jepang. Pada tahun 2011 merupakan menara tertinggi di dunia berdasar penentuan oleh Guinness World of Record. Lokasi menara ini juga berada di kawasan bersejarah Mushasi, dengan angka 634 sendiri yang di dalam bahasa Jepang bisa dibaca “Mu-Sa-Shi”.

jadwal promo paket wisata tour ke jepang terbaru

Asal Usul Diberinya Nama “Tokyo Sky Tree”

Pada awalnya nama Tokyo Sky Tree diberikan dengan membayangkan sebagai “sebuah pohon besar yang menghadap ke langit”. Dan di dalam nama tersebut, terkandung sebuah harapan dan keinginan, yaitu “tempat orang-orang berkumpul di sekeliling pohon dan saling mendekatkan hati”.

Sky Tree Ikon Pencakar langit di Tokyo

Sejarah Dibangunnya Ikon Kota Tokyo

Sebelum Tokyo Sky Tree selesai dibangun, ikon kota Tokyo adalah Tokyo Tower (332 meter), yang telah berdiri sejak tahun 1958. Namun, mulai 2012, Tokyo Tower dipensiunkan perannya sebagai menara komunikasi dan televisi kota Tokyo. Tokyo Tower tetap berdiri sebagai lokasi turisme, namun fungsinya akan diambil alih oleh Tokyo Sky Tree, termasuk sebagai pemancar TV digital. Bagi Jepang, keberadaan menara Tokyo Sky Tree bukan sekedar menara komunikasi. Ia adalah simbol akan masih unggulnya tekhnologi Jepang, khususnya di bidang konstruksi di wilayah rawan bencana.

Tiang penopang menara Sky Tree menggunakan tekhnik shinbashira, yang banyak digunakan pada arsitektur pagoda di Jepang. Tekhnik ini bisa menyerap guncangan gempa, dan mengurangi goyangan pada struktur bangunan. Dalam sejarah Jepang memang belum ada cerita bangunan pagoda yang rubuh karena gempa. Menara pagoda kayu tertinggi di Jepang, di Kuil Toji Kyoto (55 meter), bahkan tetap berdiri kokoh sejak tahun 1644, meski telah melalui beberapa kali gempa.

Berbagai tekhnologi anti gempa juga diterapkan di konstruksi Tokyo Sky Tree yang menurut pengembang bisa menyerap 50 persen guncangan. Gempa bumi di Tohoku 11 Maret 2011 menjadi bukti bahwa menara ini bisa bertahan dari guncangan gempa besar. Saat gempa tahun 2011, tidak ada kerusakan struktur yang signifikan di Sky Tree. Dari sisi turisme, Tokyo Sky Tree adalah potensi yang luar biasa bagi kebangkitan sektor pariwisata di Jepang.

Apa Alasan di Bangunnya Tokyo Sky Tree?

Karena jaringan televisi Jepang akan beralih sepenuhnya menggunakan transmisi digital pada awal 2012, sehingga Tokyo Sky Tree akan mengambil alih siaran televisi dari Tokyo Tower, yang telah melayani para pemirsa di Jepang selama 52 tahun.

Sinyal pada siaran digital yang menjadi arus utama saat ini sulit untuk sampai jika ada objek penghalang. Sejak tahun 1958, terdapat Tokyo Tower sebagai menara pemancar sinyal gabungan. Namun di sekeliling Tokyo Tower, banyak berdiri gedung bertingkat tinggi yang dikhawatirkan akan mengganggu fungsi dan perannya sebagai menara pemancar sinyal. Untuk menghindari terjadinya situasi tersebut, disimpulkan bahwa perlu menara berketinggian lebih dari 600 meter. Akhirnya, dibangunlah Tokyo Sky Tree  sebagai menara pemancar sinyal yang baru.

Stuktur Bangunan

Stuktur Sky Tree

Stuktur bangunan berdenah dasar bangunan menara berupa segitiga sama sisi (mirip tripod), tapi uniknya bangunan ini semakin naik ke atas berubah menjadi lingkaran, ini semua di khususkan sebagai bentuk yang mampu mengantisipasi hembusan angin pada bangunan tinggi dari berbagai arah. Bentuk unik ini, dengan “sori” yang berarti cekung dang “mukuri” yang berarti cembung, menawarkan ragam bentuk pada penampilan luar Tokyo Sky Tree.

Pilar beton setinggi 375 meter pada inti menara dan struktur baja yang mengelilingi pilar dibuat terpisah untuk menyerap gempa hingga 50% dari besaran getarannya. Terinspirasi dari bangunan tradisional Jepang, Pagoda setinggi 5 lantai (Gojuu-no-toh), yang selama ini bertahan dan tetap kokoh dari getaran gempa, pengendalian getaran gempa berada di pusat bangunan yang disebut “Shinbashira” yang berada di titik pusat menara. Mekanisme pengendalian getaran ini mirip dengan yang digunakan Gojuu-no-toh dan disebut “Shinbashira seishin”.

Mega proyek yang menelan biaya Rp. 6,8 Triliun itu rampung pada akhir tahun 2011 dan menjadikan Tokyo Sky Tree bangunan tertinggi kedua di muka bumi, satu tingkat dibawah sang pencakar langit Burj Khalifa di Dubai yang mempunyai ketinggian 828 meter itu.

>> Paket Tour Jepang Paling Populer <<

Komponen dari Lantai Dalam Menara

  • Lower floor (1F, 4F, 5F) Sumidagawa Digital Picture Scroll, merupakan gambar digital sepanjang 45 meter yang berupa pemandangan lingkungan Edo Tokyo pada kedua sisi Sungai Sumida. Terdapat juga Super Craft Tree, master piece dari kaca yang dibuat Edo kiriko.
  • Tokyo Sky Tree Tembo Deck (floor 350, 345, 340) terdapat layar lipat yang bergambar kota Edo di masanya, yang digambar oleh Keisei Kuwagata pada periode edo tersebut, Tokyo Space Time Navigation, yaitu sebuah peta digital layar sentuh yang menggambarkan tiap landscape kota terdapat juga lantai kaca, yang memiliki nyali dan tidak takut ketinggian, bolehlah mencoba wahana ini.
  • Tokyo Sky Tree Tembo Galleria ( Floor 445, 450) terdapat landasan untuk berjalan menikmati pemandangan sepanjang 110 meter. Anda bisa menikmati kota Tokyo dari tempat ini.

Fungsi Utama Tokyo Sky Tree di Jepang

Sky Tree ini berfungsi sebagai pemancar gelombang radio, dengan ketinggian di atas 600 meter, proses transmisi ini diharapkan jauh dari gangguan mengingat banyak bangunan tinggi lainnya di Tokyo. Menara transmisi sebelumnya, Tokyo Tower dianggap sudah tidak mampu lagi mengakomodasi kebutuhan ini.

Tokyo Skytree Japan

Keajaiban Tokyo Skytree

  1. Jika dilihat dari dekat, sebenarnya Tokyo Sktyree terdiri dari dua komponen utama. Bangunan yang menjulang tinggi sebagai bangunan utama yang diselumuti oleh rangkaian baja. Desain ini dipilih untuk menjamin menara ini aman dari guncangan gempa dan angin. Tak salah memang jika akhirnya Tokyo Skytree berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia.
  2. Kita akan dikejutkan dengan adanya Tembo Shuttle. Sebuah lift berkapasitas 40 orang ini hanya membutuhkan 50 detik untuk sampai paa ketinggian 350 meter. Jika diperhatikan lebih jauh, lift ini juga bisa mencapai ketinggian 600 meter setiap menitnya.
  3. Kita juga akan dimanjakan dengan keindahan interior dan pencahayaan. Untuk liftnya saja, dilengkapi dengan lampu hias sesuai dengan musim di Jepang. Kita bisa merasakan nuansa musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin di dalam lift yang berjalan. Tokyo Skytree memang jagonya membuat siapa saja terpesona.
  4. Terakhir, kita bisa nongkrong di kafe, makanan enak di restoran dan belanja oleh-oleh khas. Semuanya lengkap dalam satu lokasi, jadi tak perlu ragu untuk datang ke Tokyo Skytree. Paling asyik berlama-lama di area observasi dan melihat keindahan Tokyo dari ketinggian. Berikut ini informasi lengkap Tokyo Skytree. Semoga bermanfaat.

Daya Tarik dari wilayah sekitar Tokyo Sky Tree

Hal yang menarik dari wilayah sekitar Tokyo Sky Tree adalah munculnya “demam sky tree” di wilayah Sumida. Selain berbagai pernik yang dijual, aneka restoran di sana menawarkan menu dengan tema Sky Tree. Ada tempura sky tree, satu cawan nasi dihiasi udang besar yang disusun tinggi mirip menara. Ada juga spaghetti sky tree, dan tentu favorit saya, es krim sky tree, atau es krim parfait setinggi 63,4 cm yang disusun mirip pencahayaan sky tree.

Di sisi transportasi, untuk menuju Tokyo Sky Tree juga kini lebih mudah. Pihak pemilik Sky Tree, Tobu Railway, telah membuka stasiun baru yang bernama “Tokyo Skytree Station” di jalur Tobu, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin datang dengan menggunakan kereta api. Lokasi Tokyo Sky Tree juga tak jauh dari Kuil Sensoji di Asakusa, sehingga kita bisa sekaligus mampir ke sana.

Tokyo Sky Tree dibuka untuk umum pada 22 Mei 2012. Tapi jangan harap kita bisa mendapatkan tiket untuk naik ke observatory dock dengan mudah. Tiket yang mulai dijual sejak Januari 2012 lalu, sudah habis terjual untuk enam bulan pertama. Sekitar 25 juta pengunjung diperkirakan akan datang mengunjungi Tokyo Sky Tree dalam setahun, atau hampir sama dengan jumlah pengunjung Disneyland.

Keuntungan ekonomi dari dibangunnya Tokyo Sky Tree juga bukan hanya dari sisi kunjungan ke lokasi, namun juga pada tingkat hunian hotel, merchandise, dan bangkitnya industri pariwisata Tokyo. Harian Nikkei memperkirakan nilai ekonomi dari berdirinya Tokyo Sky Tree pada ekonomi Jepang diperkirakan dapat mencapai 130 miliar Yen selama setahun.

Tokyo Sky Tree menyimpan harapan masyarakat Jepang akan bangkitnya perekonomian Jepang, yang saat ini masih lesu dan diwarnai resesi berkepanjangan.

Tiket Istimewa untuk Wisatawan Asing

Di atas Sky Tree

Di ketinggian 350 meter menara terdapat dek observatorium Tokyo Skytree. Dulu, tiket masuk dek observatorium Tokyo Skytree dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tiket reguler (2.060 yen untuk dewasa) dan tiket reservasi (2.750 yen untuk dewasa). Tiket reguler adalah tiket yang bisa dibeli di Loket Tiket lantai 4 sedangkan tiket reservasi adalah tiket yang bisa dipesan dan dibeli secara online melalui situs resmi Tokyo Skytree. Akan tetapi, sejak tanggal 19 Februari 2015, diberlakukan Fast Skytree Ticket (2.820 yen untuk dewasa) yang ditujukan bagi wisatawan asing. Fast Skytree Ticket bisa dibeli dengan mudah. Selain tidak perlu memesan tiket, bagi pengunjung dengan masa tinggal sedikit pun bisa menikmati dek obervatorium Skytree dengan nyaman.

Akses

  1. Dari Kereta Api Tobu-Iseaki Stasiun Tokyo Sky Tree dan dari Tokyo Metro Hanzomon, Kyokyu-sen, Jalur Toei Asakusa, Jalur Narita Sky Access, dan Jalur Keisei, Stasiun Oshiage adalah yang paling dekat.
  2. Dengan bis, gunakanan bis Toei dan turun di Stasiun Sky Tree Tokyo.
  3. Dengan mobil, ada persimpangan terdekat yaitu jalan raya kota No. 6 Jalur Mukojima Komagata IC. Ada tempat parkir dek yang bertingkat dan tempat parkir taman bawah tanah yang dibuka pada pukul 7:30 pagi – 23:00 malam, dengan biaya parkir sebesar ¥ 350 setiap 30 menitnya. Harap dicatat bahwa gedung tempat parkir ditutup pada hari Minggu dan pada hari libur dari pukul 7:30 pagi – 10:00 malam.

Data Tokyo Skytree

Tokyo Skytree adalah menara penyiaran televisi dan landmark Tokyo. Ini adalah pusat dari Tokyo Skytree Town di Sumida City Ward, tidak jauh dari Asakusa. Dengan ketinggian 634 meter (634 dapat dibaca sebagai “Musashi”, nama bersejarah Wilayah Tokyo), itu adalah struktur tertinggi di Jepang dan tertinggi kedua di dunia pada saat penyelesaiannya.
  • Berlokasi di : Tokyo, Jepang
  • Alamat: 1 Chome-1-2 Oshiage, Sumida, Tokyo 131-0045, Jepang
  • Tinggi: 634 m
  • Dibuka: 22 Mei 2012
  • Jam Buka: Setiap Hari pukul 08.00 – 22.00
  • Menara antena: 634,0 m (2080 ft)

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Leave a Reply

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.